Syarat: Berpengalaman, jujur, amanah, bertanggung jawab.
Gaji 1 JT perbulan.
plus uang makan 300 ribu perbulan.
Gaji : Rp.1.000.000 - Rp.1.300.000
Kontak : +6282349866723 (an Yayat)
=======================================================
Buku
Pintar Ekonomi Islam – Ahmad Ifham Solihin
Akad–Risiko; Kewajiban memikul kerugian yang tidak
disebabkan kesalahan salah satu pihak dinyatakan sebagai risiko. Kewajiban
beban kerugian yang disebabkan oleh kejadian di luar kesalahan salah satu pihak
dalam akad, dalam perjanjian sepihak dipikul oleh pihak peminjam; kewajiban
beban kerugian yang disebabkan oleh kejadian di luar kesalahan salah satu pihak
dalam perjanjian timbal balik, dipikul oleh pihak yang meminjamkan.
Akad–Rukun Akad; Rukun akad terdiri atas: a.
pihak-pihak yang berakad; b. objek akad; c. tujuan-pokok akad; dan d.
kesepakatan.
Akad–Sah; Akad yang sah adalah akad yang terpenuhi
rukun dan syarat-syaratnya.
Akad–Tidak Sah; Akad tidak sah apabila
bertentangan dengan: a. syariat Islam; b. peraturan perundang-undangan; c.
ketertiban umum; dan/atau d. kesusilaan. Akad–Tujuan Akad; Akad bertujuan
memenuhi kebutuhan hidup dan pengembangan usaha masing-masing pihak yang
mengadakan akad.
Akad ‘Ainiyah; Akad yang disyaratkan dengan
penyerahan barang-barang seperti jual beli.
Akad Amanah; Akad yang mengandung prinsip bahwa
yang bertanggung jawab atas kerusakan benda adalah pemilik benda, bukan oleh
yang me megang benda, seperti titipan (ida’).
Akad Ashliyah; Akad yang berdiri sendiri tanpa
memerlukan adanya sesuatu dari yang lain, seperti jual beli dan i’arah.
Akad Berbasis Jual Beli; Dalam praktik perbankan
syariah, akad berbasis jual beli (bay’) dibedakan atas dasar (i) penyerahan
barang secara tunai dan pembayaran harga jual secara cicilan, (ii) pembayaran
secara spot/tunai ketika akad disepakati dengan penyerahan barang secara
ditunda, dan (iii) pembayaran secara bertahap atas dasar
penyelesaian/pengiriman barang yang bertahap pula.
Akad Dhaman; Akad yang menjadi tanggung jawab
pihak kedua sesudah bendabenda itu diterima seperti qaradh.
Akad Fasid: Akad yang tidak memenuhi segala
ketentuan rukun dan syarat menurut ketetapan syar’i (cacat hukum).
Akad Fasihah; Akad-akad yang cacat atau cedera
karena kurang salah satu syaratnya, baik syarat umum maupun syarat khusus
seperti nikah tanpa wali.
Akad Fauri; Akad yang dilakukan dengan segera atau
dalam merealisasikan akad tersebut tidak memerlukan waktu yang lama. Contohnya
jual beli, setelah pihak penjual menyerahkan barang dan pembeli membayar maka
selesailah akad jual beli kedua belah pihak.
Akad Ghair ‘Ainiyah; 1. Adalah akad yang tidak
disertai dengan penyerahan barangbarang karena tanpa penyerahan barang-barang
pun akad sudah berhasil, seperti akad amanah. 2. Adalah akad yang tidak
bersifat kebendaan dan berhubungan dengan jasa (service).
Akad Ghairu Musammah; Bentuk akad yang namanya
diberikan oleh dan timbul dari masyarakat menurut perkembangan dan kebutuhannya
dengan ketentuan tidak keluar dari nilai-nilai dan prinsip umum dalam muamalah.
Misalnya: Bai’ al Wafa’ dan Bai Istishna.
Akad Ida’; Akad titipan; Akad wadiah dalam fikih
muamalah merupakan jenis dari akad ida’. Dalam perbankan syariah dapat
dicontohkan dalam tabungan wadiah dan deposito wadiah
Akad Istimrar; Akad yang memiliki status hukum
yang terus berjalan (zamaniyah) seperti I’arah.
Akad Isyarah; Akad yang akan dilakukan oleh
pihak/badan hukum dengan cara memberi isyarat. Misalnya akad jual beli yang
dilakukan dengan/oleh orang bisu.
Akad Ju’alah; Janji atau komitmen (iltizam) untuk
memberikan imbalan ter tentu (’iwadh/ju’l) atas pencapaian hasil (natijah) yang
ditentukan dari suatu pekerjaan. Lihat Ju’alah.
Akad Kitabah; Akad yang dilakukan oleh para
pihak/badan hukum dengan mempergunakan media tulis (surat). Dalam praktik
kegiatan perdagangan konvensional baik dalam skala mikro maupun makro
(perdagangan nasional maupun internasional) jenis akad ini banyak dipraktikkan
untuk kemudahan dalam proses transaksi perdagangan antarnegara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar