Helper pengantar sayuran hidroponik dalam kota Makassar :
1. Ijazah asli SMU / sederajat
2. Sim C, Umur max 35 thn.
3. Menguasai jalan di Makassar.
4. Kendaraan disediakan.
Pekerja di kebun sayuran di daerah Malino :
1. Tamatan SMU / sederajat/D3/S1 Pertanian.
2. Rajin tanggung jawab dan tinggal di daerah dingin.
3. Ada Mess karyawan.
4. Umur max. 35 thn.
Lamaran lengkap dibawa sendiri ke
Jalan Sungai Limboto 46C Lama / 88 Baru
Makassar.
Gaji : Rp.1.500.000 - Rp.2.500.000
Kontak : +6281241040900
=================================================
Buku
Pintar Ekonomi Islam – Ahmad Ifham Solihin
Akhlak: Akhlaq; 1. Adalah suatu keadaan yang melekat
pada jiwa manusia, yang darinya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa
melalui melalui proses pemikiran, pertimbangan, atau penelitian. Jika keadaan
tersebut melahirkan perbuatan yang baik dan terpuji menurut pandangan akal dan
syara’, itu disebut akhlak yang baik. Sebaliknya, jika yang timbul adalah
perbuatan yang tidak baik, itu disebut akhlak yang buruk. Kata akhlak merupakan
bentuk jamak dari kata alkhuluq, atau al-khulq, yang secara etimologis berarti:
(1) tabiat, budi pekerti, (2) kebiasaan atau adat, (3) keperwiraan, kesatriaan,
kejantanan, (4) agama, dan (5) kemarahan (al-ghadhab). Karena akhlak merupakan
suatu keadaan yang melekat dalam jiwa, suatu perbuatan baru disebut akhlak kalau
memenuhi beberapa syarat. (1) Perbuatan itu dilakukan secara berulang-ulang.
Bila dilakukan sesekali saja, maka tidak dapat disebut akhlak, (2) Perbuatan
itu timbul dengan mudah tanpa dipikirkan atau diteliti lebih dulu sehingga
benar-benar telah menjadi suatu kebiasaan. Akhlak menempati posisi yang sangat
penting dalam Islam sehingga setiap aspek dari ajaran agama ini selalu
berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia, yang disebut
akhlaqul karimah. Hal ini antara lain tercantum dalam hadis Rasulullah saw.
”Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Ahmad,
Baihaki, dan Malik). Pada riwayat lain Rasulullah saw. bersabda, ”Mukmin yang
paling sempurna akhlaknya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmizi).
Akhlak Nabi saw. disebut dengan akhlak Islam karena bersumber dari Alquran dan
Alquran datang dari Allah saw. Karenanya, akhlak Islam berbeda dari akhlak
ciptaan manusia (wad’iyah). 2. Akhlak (etika) sering juga disebut sebagai ihsan
(berasal dari kata Arab hasan, yang berarti baik). Definisi ihsan dinyatakan
sendiri oleh nabi dalam hadis berikut: ”ihsan adalah engkau beribadah kepada
Tuhanmu seolah-olah engkau melihat-Nya sendiri, kalaupun engkau tidak
melihat-Nya, maka Ia melihatmu.” Dengan demikian, melalui ihsan seseorang akan
selalu merasa bahwa dirinya dilihat oleh Allah. Karena Allah mengetahui sekecil
apa pun perbuatan yang dilakukan seseorang, walaupun dikerjakan di tempat
tersembunyi. Bahkan Allah mengetahui segala pikiran dan lintasan hati makhluknya.
Dengan kesadaran seperti ini maka orang mukmin akan selalu terdorong untuk
berperilaku baik dan menjauhi perilaku buruk.
Akhlaqiyyah; Lihat Etis.
Akilah; Yaitu pihak yang berhak memakan buah-buahan
dari pohon yang dikenakan zakat, mereka adalah pemilik buah, keluarga, dan
tetamu yang kebetulan berada di tempat sebelum panen.
Akl al Mal bi al Bathil; Pengambilan (harfiah:
memakan atau mengonsumsi) harta yang tidak sah atau tidak benar.
Aksep Bank; Wesel yang diakseptasi oleh bank; Lihat
Akseptasi (bank acceptance).
Akseptasi; Janji untuk membayar oleh pihak tertarik
dengan cara membubuhkan tanda tangan dalam surat wesel. Akseptasi harus
dinyatakan dengan kata “akseptasi” atau dengan cara lain yang sama maksudnya;
tanda tangan pihak tertarik yang dibubuhkan pada halaman muka surat wesel sudah
berlaku sebagai akseptasi. Apabila telah diakseptasi, wesel ini menjadi sama
dengan promes, yang berarti dapat diperdagangkan atau dapat dijual kepada pihak
lain sebelum tanggal jatuh tempo (acceptance).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar