• Pengalaman Min. 2 Tahun
• Jujur, Amanah dan Bertangung Jawab
• Paham soal Mesin dan Kelistrikan Motor
• Min. Lulusan STM
• Inisiatif dan Mampu Bekerja Sama
Segera hubungi kami.
Gaji : Rp.1.500.000 - Rp.1.800.000
Kontak : +6281242282019
===============================================================
Buku
Pintar Ekonomi Islam – Ahmad Ifham Solihin
Akad Mabrur; Akad yang mentransaksikan
barang-barang (komoditi) yang dibolehkan/dihalalkan syara’.
Akad Majhul; Akad yang mengandung unsur penipuan
dan spekulatif (gharar) yang akan mengakibatkan kerugian bagi salah satu pihak.
Contoh, akad jual beli dengan mencegat para kafilah (pedagang) di tengah jalan
yang membawa barang dagangan mereka ke pasar.
Akad Maliyah; Akad yang bersifat kebendaan
(berhubungan dengan harta benda).
Akad Mamnu’ah; Akad yang terlarang menurut syara’,
seperti membeli ikan dalam kolam dan membeli buah-buahan yang masih di pohon.
Akad Mauquf; Akad-akad yang bertalian dengan
persetujuan-persetujuan, seperti akad fudhuli.
Akad Mauqufah; Secara bahasa berarti akad yang
ditangguhkan. Maksudnya adalah akad yang dilakukan oleh seseorang/badan hukum
yang dipandang cakap hukum (orang yang dapat bertindak hukum tanpa bantuan
orang lain), namun ia tidak bisa melangsungkan akad tersebut karena
kekuasaannya terhadap objek akad belum ada padanya.
Akad Mu’alaq; Akad yang di dalam pelaksanaannya
terdapat syarat-syarat yang telah ditentukan dalam akad, misalnya penentuan
penyerahan ba rang-barang yang diakadkan setelah adanya pembayaran.
Akad Mu’awadhah; Akad yang berlaku atas dasar
timbal balik seperti jual beli.
Akad Mudhaf; Akad yang dalam pelaksanaannya terdapat
syarat-syarat mengenai penanggulangan pelaksanaan akad, pernyataan yang
pelaksanaan nya ditangguhkan hingga waktu yang ditentukan. Perikatan ini sah
dilakukan pada waktu akad, tetapi belum mempunyai akibat hukum sebelum tibanya
waktu yang telah ditentukan.
Akad Munjiz; Akad yang dilaksanakan langsung pada
waktu selesainya akad.
Akad Musamah; Bentuk akad yang nama, dasar
(status) hukum, dan tata cara pelaksanaannya telah ditetapkan secara jelas dan
tegas oleh syara’. Seperti: akad wakalah (perwakilan), ijarah (sewa), jialah
(sayembara), jual beli, wadiah (titipan), dan lain-lain.
Akad Mustamir; Akad yang memerlukan waktu untuk
melangsungkan atau merealisasikannya. Contoh: akad ijarah.
Akad Musyara’ah; Akad-akad yang dibenarkan oleh
syara’ seperti gadai dan jual beli.
Akad Nafidzah; 1. Adalah akad yang bebas atau terlepas
dari penghalang-penghalang akad. 2. Adalah akad yang telah memenuhi rukun dan
syarat serta tidak terdapat halangan (mani’) dalam merealisasikan (proses) akad
tersebut.
Akad Ridaiyah; Akad yang dilakukan oleh para
pihak/badan hukum atas dasar kerelaan atau suka sama suka (taraadhin) tanpa
adanya paksaan (ikrah) dari pihak lain.
Akad Shahihah; Akad-akad yang mencukupi persyaratannya,
baik syarat yang khusus maupun syarat yang umum.
Akad Syariah; Suatu perikatan yang tidak mengandung
gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba (bunga), zulmu (penganiayaan),
risywah (suap), barang haram, maksiat.
Akad Tabarru’–Fungsi; Fungsi akad Tabarru’, akad
tabarru’ ini adalah akad-akad untuk mencari keuntungan akhirat, karena itu
bukan akad bisnis. Jadi, akad ini tidak dapat digunakan untuk tujuan-tujuan
komersial. Bank syariah sebagai lembaga keuangan yang bertujuan mendapatkan
laba tidak dapat mengandalkan akad-akad tabarru’ untuk mendapatkan laba. Bila
tujuan kita adalah mendapatkan laba, gunakanlah akad-akad yang bersifat
komersial, yakni akad tijarah. Namun demikian, bukan berarti akad tabarru’ sama
sekali tidak dapat digunakan dalam kegiatan komersial. Bahkan pada
kenyataannya, penggunaan akad tabarru’ sering sangat vital dalam transaksi
komersial karena akad tabarru’ ini dapat digunakan untuk menjembatani atau
memperlancar akad-akad tijarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar